Review – Wrong (2012)

3

Satu lagi film yang tidak terlalu berkeinginan untuk dinikmati secara umum, setidaknya Wrong adalah narasi fiktif yang menjanjikan perjalanan spiritual yang juga fiktif. Anggap ini hanya sebagai hiburan.

Dolph Springer seorang paruh baya bangun dari tidur dan mendapati bahwa anjingnya, Paul tiba-tiba hilang dari rumah. Tidak histeris, yang jelas ia kebingungan karena anjingnya merupakan teman satu-satunya. Hari berganti Paul tidak pulang kerumah, rasa kecemasannya bertambah hingga ia mendapatkan telpon misterius dari seseorang tak bernama yang pada akhirnya teridentitaskan sebagai Master Chang.

Apa yang diberikan film ini mendasari penamaan title-nya, what’s so ‘wrong’ in this movie ?, dan jawabannya adalah ‘everything’, yang pada akhirnya bagi kau yang sudah melihatnya akan mengernyitkan dahi dan mengganti pertanyaan itu dengan : what’s ‘wrong’ with this movie ?.

Yeah totally, Wrong adalah cerita seorang laki-laki tak terlalu rapi secara penampilan yang pada film ini kita tak bisa mengharapkannya lebih sebagai seorang main character. Diperankan oleh Jack Plotnick, Dolph tergambar berantakan dan jarang bicara masuk akal, awalnya. Beberapa scene awal, entah itu dialog ataupun tampak gambar, aku curiga bahwa Dolph jelas bukan seorang yang cukup waras, ia menelepon seseorang yang ia tahu sedang berdiri di rumah seberang, menelepon layanan pizza hanya untuk memperdebatkan gambar konyol, tetap masuk kerja walaupun ia sudah dipecat, dan anehnya, ruang kantor dimana ia bekerja selalu diguyur hujan, pada titik ini aku sudah bersiap akan sesuatu yang surealis.

Lalu apa yang diberikan film ini setelahnya adalah perasaan simpati penonton yang muncul untuk Dolph, setidaknya demikian. Hal-hal yang kurang baik datang padanya, kita mempelajari bahwa Dolph tidak segila itu dan orang-orang sekitarnya lah yang membuatnya bertingkah linglung dan bingung. Keadaan mulai tidak keruan, Dolph tidak masuk akal, dan lingkungannya jauh lebih tidak waras. Tidak ada emosi berlebih dalam film ini, seluruhnya seperti diutarakan lewat plain face, nothing to do, nowhere to go, at least. Bahkan film ini tidak menjadikan ketidakwajarannya sebagai pesan satir ataupun sesuatu seperti meditasi, keabsurdan Wrong begitu absolut dan seperti disengajakan. Tapi entahlah, perjalanan tak terlalu menarik Dolph tentang dissapearance of his dogs adalah seni abstrak yang patut dihargai.

Bagaimana jika menilik Quentin Dupieux, sang sutradara sendiri ?. Yep, film Dupieux tidak untuk semua orang dan unfortunately kritik akan filmnya juga setengah-setengah. Beberapa terlabel unrated, dan yang paling terkenal adalah garapannya berjudul Rubber yang selalu diikutsertakan jika kau menemui postingan tentang ‘The most weird, controversial movies’, Rubber bercerita tentang suatu ban mobil yang tiba-tiba hidup !. Jadi jika sudah menonton film Dupieux yang satu itu, kau tidak akan terlalu ambil pusing tentang ketidakmasukakalan film Wrong ketika Dolph membaca buku tentang memasuki alam sadar anjing.

Banyak review yang setuju bahwa Wrong adalah sesuatu yang wry, aku berpendapat bahwa beberapa momen dalam film ini terasa sangat mengagetkan akan ke-bizarre-annya. Seperti menyerupai dark comedy, dilema serta segala sesuatu yang membuat Dolph cemas begitu laughable akan ketidakmasukakalannya. Dolph tidak paham mengapa tetangganya selalu menyangkal tentang jogging rutinnya, sampai ketika ia melihat footage tentang perjalanan feses anjing ketika masih di dalam perut yang mana ditemukan oleh sang investigator bernama Ronnie dan menyebutnya sebagai shit’s subsconsious, dan ia hanya seperti “you know, techology nowadays”.

Sampai disitu kau tahu bahwa Wrong adalah presentasi film dengan storyline yang terbilang pointless, atau unnecessary. Tapi soundtrack ringan dan enerjik juga penceritaan visual artistik yang dipakainya cukup membuatmu tersenyum di babak akhir. An ending that expected to be and most appropriate.

3

Engineering student but movies way more than manufactures