Review – Touching The Void (2004)

Reka ulang Kevin Macdonald akan cerita menyeramkan duet Siula Grande Hikers menangguhkan bahwa jarang ada film seperti ini, dan jelas merupakan recommended watchlist bagimu.

Ketika kritikus lebih mengakui film ini adalah sebuah piece yang luar biasa daripada audience biasa, maka saya ingin mencoba menonton film yang masuk dalam kategori ‘Special Interest’ di rottentomatoes ini. Namun saya yakin Touching The Void tidak mencoba untuk showoff hanya bagi orang-orang tertentu ; ini sebuah kesaksian, siapapun akan menyukai film ini (atau setidaknya larut didalamnya).

Benar dan sungguh benar, akan datang rasa bosan ketika kau mengetahui bahwa film ini adalah film tentang naik gunung dan sebuah survival-themed movie yang hanya sedikit yang akan mungkin ingin melihatnya. Tapi Kevin Macdonald dengan cerdik membungkus adaptasi novel kisah nyata Joe Simpson dan Simon Yates tentang kisah mencengangkan (sungguh) mereka dalam menempuh ambisi mendaki salah satu gunung tersulit di belahan timur, Peru, tepatnya di Siula Grande, Peruvian Andes, yang pada akhirnya kisah mereka menjadi sebuah sejarah bagi pegunungan itu sendiri.

Touching The Void adalah sebuah docu-drama, dengan teknik voice-overs oleh saksi hidup Joe-Simon saat itu, yang akan selalu terasa mengintimidasi penontonnya dengan produksi yang nekad dan berani. Penonton akan dihujani perasaan yang begitu campur aduk dan kekhawatiran. Macdonald memberikan babak awal yang begitu cepat sebelum petualangan dua orang karib ini dimulai, dan pada saat itu juga kau tidak akan bisa beristirahat karena Joe-Simon telah menjelaskan bahwa Siula Grande bukan tantangan biasa, dan ketika aku bilang ‘bukan tantangan biasa’, itu berarti film ini adalah tentang hidup, dan mati.

Komposisinya terlihat biasa, pemanjat gunung yang kelelahan hari demi hari untuk mencapai puncak, ada sedikit badai salju dan saat dimana mereka harus tidur dengan wajah membeku dengan sesekali mengecek sisa pangan. Garapannya begitu solid, namun Touching the Void seperti mempersembahkan dokumenter asli, ‘bagaimana bisa ia merekam adegan ini dengan pereka ulang ?’. Joe dan Simon sampai dipuncak Siula Grande, dan penonton digeret ke babak baru, apakah proses ketika mereka turun akan semulus (sebenarnya tidak sama sekali) ketika mereka naik ?

Well akan kukatakan padamu, seperti diawal tadi, ketika film ini menghempaskanmu ke perasaan yang campur aduk. Touching The Void merupakan salah satu film ter-gripping, meditasi bagi para pejuang, menilik bagaimana seseorang harus mengambil keputusan diambang keputusasaan, film ini adalah tentang persahabatan, tapi persahabatan tidak akan pernah berjalan seperti biasanya diatas ketinggian 20.000 kaki dengan segala ketidakpastian dan asumsi yang ada. Bahkan film-film horor Indonesia yang benar-benar dibawah standar mengajarkan kita, ‘tinggalkan mereka yang sudah tidak memiliki harapan, selamatkan hidupmu !’. Tapi Touching The Void bukan film horor hantu dan kisah Joe-Simon tidak sesederhana itu, mereka harus mengambil keputusan, secara bersama atau keputusan sendiri-sendiri, semuanya bergantung pada keraguan tinggi akan kemampuan tubuh masing-masing dalam bertahan hidup dan tetap hangat.

Namun uniknya, melalui teknik Macdonald dengan memberikan scene interview Joe dan SImon secara langsung memberi pelajaran kepada penonton tentang bagaimana mereka harus berpikir lebih cepat , bagaimana Tuhan ada bagi mereka waktu itu, bagaimana batin mereka akan satu sama lain, persahabatan diuji ketika salah satu mendapat kesulitan. Namun Macdonald, aku sangat berterimakasih akan teknik pengambilan gambarmu yang begitu classy dan elegan, sinematografi yang mampu membuat penonton sejenak merasakan Joe yang sedang berhalusinasi, lagu Boney M bernyanyi dikepalanya, shit that was hilarious.

Sekali lagi, Touching the Void memberikan rekaman akan ambisi manusia, dan bagaimana jika itu bertubrukan dengan seberapa besar nyalimu, namun tetap, Touching the Void adalah film yang mengundang empati tinggi dan kemanusiaan.

4

Engineering student but movies way more than manufactures