Review – Sightseers (2018)

2.5

Ini bahkan boleh dibilang cult karena tiap-tiap scene murder yang ada selalu dipicu oleh hal sepele, hampir tidak beralasan dan kurang realistis bahkan jika kau telah melakukan studi mengenai kelainan jiwa

Sightseers nampaknya mencoba membelokkan lagi identitasnya sebagai indie-movie kearah sinema arthouse yang mungkin akan bekerja untuk segmen penonton tertentu, yang jelas ini tidak cocok untuk ditonton bibi atau ayahmu. Nuansa niche-nya semakin lama semakin kentara. Namun sebelum lebih jauh membahas ini, aku ingin menunjukkan point-ku dalam memberikan kesan pada filmnya. Walaupun filmnya disukai banyak kritikus, Sightseers is letting me down.

The movie is not like what i expected. Aku tak menyalahkan itu, tapi ini mungkin harus kujelaskan untuk memberitahumu jika mencari film couple ringan, karena Sightseers sama sekali tidak demikian. Ini horor dengan balutan dark comedy, secara tematikal filmnya bukan sesuatu yang aku cari.

Tina (Alice Lowe) dan Chris (Steve Oram) adalah sejoli baru yang setuju untuk berekreasi, melakukan road-trip sepanjang British Aisles. They claimed to know each other, but perhaps they don’t. Tina mulai menyadari bahwa Chris mungkin tidak seperti yang ia sangka, tapi ia merasa begitu terikat dengannya, dari situ Tina memutuskan, alih-alih meninggalkan Chris, ia justru belajar melihat dan menanggapi sesuatu seperti ayalnya kekasihnya. Orisinil, tapi ekstrem. Sightseers, terasa terlalu gelap sampai-sampai itu membuatku tak nyaman. Ben Wheatley (dia sutradaranya) dengan cukup mengejutkanku, membawa film ini ke suatu drama berdarah, ini mungkin sedikit spoiler : Karakter utama kita adalah serial killer.

Untuk sebuah drama yang erat hubungannya dengan eksplorasi kejiwaan, Sightseers agaknya berlebihan dalam menarik pelatuk, over-the-curve. Ini bahkan boleh dibilang cult karena tiap-tiap scene murder yang ada selalu dipicu oleh hal sepele, hampir tidak beralasan dan kurang realistis bahkan jika kau telah melakukan studi mengenai kelainan jiwa. You just don’t kill people that ridiculously.

Jika seorang mahasiswa dari jurusan psikologi harus mengulas film ini, jelas ia akan sangat kesusahan. Karakterisasi tokoh di filmnya terlalu sulit dibaca, mereka sering  berperilaku tak terduga, dan kadang memang tidak masuk diakal.

Overall, Sightseers mungkin masih bernilai untuk ditonton, walaupun mungkin komedinya bukan jenis yang membuatmu tertawa. Untuk yang memiliki perut yang kuat, Sightseers akan memberimu guyonan lewat pembunuhan yang brutal dan tanpa belas kasihan dengan gaya penyuntingan dan latar belakang lagu yang terkesan komikal. Sightseers adalah film british budget rendah yang menuai, setidaknya. Menasehatimu bahwa dalam suatu pelancongan, kesempatan untuk menemui orang yang aneh dan membahayakan, masih ada.

Loves movie of Christopher Nolan, Wes Anderson, Alexander Payne, Quentin Tarantino, and Spike Jonze, also Stanley Kubrick