Review – Searching (2018)

4

Di Searching baik lakon primer kita, dan kita sendiri sebagai penonton, akan sama-sama ‘mencari’.

Menonton Searching -rasanya seperti memiliki sudut pandangan yang terbatas; kau akan sering diberikan adegan-adegan paska kejadian dan meletakkanmu disana didalam misterinya. Informasi sekunder yang hanya menghasilkan praduga alih-alih mengetahui langsung apa yang terjadi. Tidak, disini kita bukan perspektif ketiga yang akan merasa dongkol karena ketidaktahuan pemeran utama kita terhadap apa yang sedang terjadi; sama sepertinya -we also had no idea.

Di Searching, baik lakon primer kita, dan kita sendiri sebagai penonton, akan sama-sama ‘mencari’.

Aneesh Chaganty melakukan debut direktorialnya dengan ide; David Kim (John Cho) tanpa petunjuk menyadari bahwa anak gadisnya yang berumur 16 tahun hilang ketika pada malam hari Kamis ia tak pulang setelah ijin kerja kelompok dirumah temannya. Secara pasif, kita akan mengikuti sepak terjangnya untuk mencari cara, gelagat, bantuan dan apapun itu yang bisa mengantarkanmu pada petunjuk yang lain, lewat bantuan internet dan alat elektronik.

Narasi eksperimental yang ada menangguhkan semuanya, walaupun tidak benar-benar paling pertama dalam melakukan ide ini (yakni konsep tentang footage sebagai bahan untuk bercerita), perbedaan utama terhadap apa yang disuguhkan Searching adalah konsistensinya dalam menggunakan satu jenis platform: Laptop atau komputer.

Cerita-ceritanya akan diuraikan dalam tampilan desktop yang lebar memenuhi frame, dan disana David Kim akan berusaha, entah itu melakukan voice/video call, membuka berita, menonton video, mengobrak abrik file lama, menjelajahi situs-situs dalam jaringan, dan apapun itu, Chaganty memastikannya semuanya dilakukan di satu platform. Ini memberikan kiasan yang kuat tentang betapa hebatnya teknologi dan seonggok fiturnya dalam menjalankan misi memecahkan masalah.

Apresiasi lain adalah bagaimana filmnya mau berusaha untuk memberikan esensial lain daripada penggunaan teknologi. Cerita coming-of-age sebagai pendahuluan akan mengantarkan kita pada masa-masa kelahiran anak David, Margot Kim. Perjalanan sekuensialnya tentang masuk sekolah dan naik kelas, hingga cerita bagaimana sang Ibu, Pamela Kim yang terserang penyakit hingga meninggal sesaat sebelum Margot dewasa sebagai anak SMA. Bagian ini dibawakan dengan cepat dan cermat, dan akurasi terhadap perkembangan medianya juga diperhatikan. Kau akan menemukan Windows XP, Yahoo Mail, tampilan kawak Facebook dan Google, beranda-beranda situs web yang seperti ketinggalan jaman hingga semua berkembang kontemporer seperti masa kini . Untuk itu, aku ingin memberikan sanjungan penuh.

Sutradara yang juga merupakan eks karyawan komersial Google, Chaganty memiliki kemampuan yang bagus pula dalam aspek pembangunan cerita. Tema utama tentang anak yang hilang mungkin akan sedikit merujuk pada kemungkinan penculikan, dan kau bisa mengandalkan karakter John Cho untuk urusan mengerahkan segalanya demi anak putrinya. Ya, garis besar filmnya tertera pada cinta ayah kepada anak gadisnya remajanya, yang ayalnya melebihi apapun.

Tapi David tak akan berlari dan memukuli para sindikat seperti Liam Neeson di Taken, dan filmnya mungkin akan sedikit gelap walau tak segelap Denis Villeneuve membawakan kisah bocah hilang pula di Prisoners. Intinya Searching terjun ke banyak fase, bagaimana para kritik mengatakan bahwa filmnya begitu terinspirasi Gone Girl miki Davin Lynch memang terlihat kala filmnya sedikit-sedikit menyuguhkan sajian ironis tentang social judgment media sosial yang menyudutkan.

Pikirku filmnya biasa saja, tapi kenyataannya Searching selalu bisa menjawab keraguan akan plot yang datar. Filmnya menikung pada kecurigaan yang lain dan tak terpikirkan, selalu ada hal lain sebagai hint: missed voice call, perputaran uang, history chat hingga wajah yang familiar; mengajak penontonnya menerka sesuatu yang lain dari sebelumnya. Dan pada akhirnya terjun pada kesimpulan yang tak terduga dan menegangkan.

Dengan produksinya yang tak keterlaluan dalam biaya, narasi adalah aspek yang vital dan Searching memiliki itu. Kisah pencarian ini adalah kemasan baru, dan ditambah dengan drama haru yang pas, Searching bisa dibilang memenuhi, atau melampaui ekspektasi.

Engineering student but movies way more than manufactures