Review – Pete’s Dragon (2016)

3.5

Disney kembali memberikan suntikan  live-action yang menggembirakan sekaligus hangat. Kali ini, ada naga dan manusia yang merupakan sahabat.

re pete

Kolaborasi protagonis Bryce Dallas Howard dan Robert Redford membuktikan bahwa imaji ‘orang baik’ selalu melekat pada diri mereka untuk tiap karakter film yang mereka mainkan. Disini Redford adalah kakek sekaligus ayah penyayang bernama Meacham, yang memiliki anak wanita bernama Grace (Dallas Howard) yang mengabdikan dirinya sebagai penjaga hutan. Hingga suatu hari pada tahun 1983, Grace menemukan seorang bocah yang indikasinya telah lama tinggal di hutan itu. Memang benar, bahwa Pete (Oakes Fegley) si anak kecil, telah tinggal beberapa tahun di dalam belantara setelah -adegan pertama film ini sendiri menggambarkan suatu tragedi yang membuatnya harus hilang di hutan. Namun tidak sendirian, sejak saat itu, Pete telah hidup dan berteman dengan seekor naga seukuran dua-kali-gajah berwarna hijau ala alga, dimana naga itu bisa bersembunyi dengan sangat baik hingga keberadaannya menjadi sebuah legenda dan dongeng bagi anak-anak kecil sebagai naga penjaga hutan Northwest Pacific. Well, kita tahu, naga itu benar-benar ada, dan dia kerabat dekat Pete, lakon utama kita.

Pete’s Dragon adalah sebuah animasi fabel musikal yang dihidupkan lagi setelah mengudara pertama kali pada 1977, salah satu yang mungkin overlooked sebagai salah satu karya Disney karena masih sulit menembus nama besar seperti Cinderella dan Jungle Book pada tiap masa. Bahkan perolehan gross yang dihasilkan menunjukkan bahwa Pete’s Dragon memang masih dalam proses pengenalan nama, pendapatan kotor sebesar $76 juta dolar masih jauh dibawah The Jungle Book milik Jon Favreau yang rilis pada tahun yang sama yang mendapatkan hampir $400 juta dolar. Akan tetapi, Pete’s Dragon yang kurang populer itu, ternyata memiliki kisah yang betul-betul bagus dan rekomendasi untuk kau tonton.

Dalam suatu trivia, dijelaskan bahwa sang sutradara David Lowery mendesain Elliot sang naga sebagai  “the kind of dragon you really want to give a hug to” daripada pembawaan naga yang menyeramkan dan keren ala Game of Thrones. Ini adalah keputusan yang berani namun sungguh tepat. Memang awalnya agak konyol, Elliot memiliki wajah ala kreatur monster menggemaskan di film Where The Wild Things Are (2009). Dan hasilnya memang seekor naga yang baik hati dan sekretif, malu-malu dan enggan percaya pada manusia yang umumnya pada saat itu, hanya datang ke hutan untuk berburu. Pete dan Elliot memberikan chemistry hangat ala peliharaan dan majikan karena sang naga hanya bisa mengerang disini. Banyak adegan khusus Pete-Elliot yang akan mengingatkanmu betapa dekatnya Hiccup dengan naganya di installment How to Train Your Dragon ketika mereka asik berpacu memutari langit dengan sang majikan di atas punggungnya.

Elliot harus kehilangan Pete, ketika ia masih tidur, Pete dibawa ke kota oleh Grace dan teman-temannya ketika sedang melakukan sebuah pekerjaan di hutan. Grace mempelajari bagaimana bisa seorang bocah kecil hidup sendirian di tengah hutan sembari mencari tahu asal usulnya, ia mengasihi Pete seperti anaknya sendiri dan menempatkannya dirumahnya bersama sang anak gadis, Natalie (Oona Laurence). Tapi bagi Pete, sebuah siksaan karena ia harus berpisah tanpa pamit dengan Elliot. Seperti di karantina, Pete harus beradaptasi dengan dunia yang sudah lama ia tinggalnya bahkan sebelum ia sendiri mampu mengingat. Suatu waktu, Pete mencoba kabur, berlari, melompati atap mobil sambil meraung berpura-pura sebagai serigala sambil berdiri dengan kedua kaki dan kedua tangannya. Untuk bagian ini cukup memilukan.

Pete’s Dragon cukup bagus dalam mempromosikan ‘good deeds’, bagaimana tamak bisa berujung penyesalan. Filmnya sejuk karena Lowery memberikan suguhan lanskap mayoritas hijau denga peradaban 1980’s dimana hanya sedikit orang tinggal di kota dan umumnya orang-orang akan bekerja di pekarangan atau sebagai tukang kayu. Magis-realistis rasanya ketika film ini bercerita pula tentang kisah ‘melihat naga’, naga Millhaven yang selama ini hanya mitos. Menjelang dan hingga akhir, Pete’s Dragon akan meninggalkanmu dengan sebuah proses yang emosional, haru dan penuh kehangatan.

35

Engineering student but movies way more than manufactures