Review – Mission Impossible : Fallout (2018)

5

Franchise Tom Cruise  edisi ke-enam memiliki kombinasi karakter terstruktur penuh teka-teki, skenario dilematis humanis yang mungkin mengungkit luka lama, serta memiliki seluruh kemungkinan skema aksi yang bisa kau ekspektasikan. Alih-alih hanya disebut sebagai sekuel terbaik, Mission Impossible : Fallout  adalah film yang benar-benar komplit.

Pada satu waktu, aku merasa bahwa “oke, kau boleh berhenti dulu. Bawa kami beristirahat dulu”, namun Ethan Hunt seperti tak boleh berhenti. It just never ended. Ia masih harus bergerak lagi dan lagi. Mission Impossible : Fallout tidak akan bisa mengecewakan siapapun, filmnya bergerak progresif dan semakin membaik dan membaik lagi. Tona filmnya selalu menambah pekik dan filmnya berubah dari pembuktian sebagai potongan franchise terbaik pada level teratas, film ini adalah film aksi yang komplit. Betul-betul komplit.

Kombinasi karakter yang memikat, naskah skenario yang dilematis-humanis hingga fakta bahwa filmnya menjaminkan seluruh kemungkinan skema aksi yang kau ekspektasikan. Ethan Hunt, memberikan paket sempurna, ia dikejar dan mengejar, menaiki motor besar, van, helikopter, hingga berlari melompati tingkatan gedung-gedung. Hunt akan mengalami berbagai benturan lagi, yang mungkin memang memperlambat gerakannya, atau kadang-kadang terlihat bagaikan rencana yang memang telah disusunnya. Ia tetap bersama Benji (Simon Pegg) dan Luther Stickell (Ving Rhames). Jeremy Renner tak terlihat lagi sebagai Brandt, namun Alan Hunley (Alex Baldwin) kini adalah bagian mereka yang percaya penuh kepada Hunt dan kawan-kawan di IMF, tak seperti kesan opisisi yang diberikannya pada film sebelumnya, Mission Impossible : Rogue Nation.

Sejak akhir Rogue Nation, gembong kejahatan yang dulunya dipimpin Solomon Lane (Sean Harris), The Syndicate terpecah dan sebagian dari mereka membangun organisasi baru bernama Apostles. Mereka mencoba melancarkan misi yang mereka sebut sebagai “Mendamaikan dunia lewat membuatnya menderita”. Tempo waktu merekalah biang terjadinya wabah cacar di Kashmir, India. Dan dekat-dekat ini, rencana mereka diendus oleh intilejen lantaran keinginan untuk menggencarkan serangan bom plutonium. Diisukan beraliansi dengan berbagai pihak, Ethan Hunt mengambil tindakan untuk menerima misi ini. Mencoba mencegah tiga bom plutonium yang masih berada di tangan para perantara sebelum jatuh ditangan kejahatan.

IMF berhasil mendapatkannya, bom bom itu, diadegan film paling awal. Namun karena hati nurani Ethan yang membuatnya berat mengambil keputusan ketika Luther disandera kala itu, mengorbankan misi mereka. Bom plutonium lepas dari tangan mereka, merubah misi menjadi jauh lebih susah dan rumit lagi. Kejadian itu sempat mengguncang nama Hunt, dan CIA yang kini dikomando oleh Erica Sloan (Angela Bassett), mengusulkan paksa August Walker (Henry Cavill), bawahan terbaiknya untuk menjalankan misi bersama Hunt untuk sekali lagi.

Dan itu sangat seru, Tom Cruise dan Henry Cavill adalah tandem. Cavill adalah the bigger guy yang kadang meremehkan, mereka tak kenal satu sama lain, namun dalam satu pihak saat ini. Adegan skydiving di langit gelap Paris bersama halilintar sampai adegan perkelahian one on two melawan terindikasi John Lark sang aliansi Apostles di kamar mandi pria adalah salah satu fight scene favoritku sepanjang masa. Kedatangan Ilsa Faust (Rebecca Ferguson) menambah pengayaan karakter. Belum lagi seluk beluk waktu terdahulu ketika Hunt membiarkan Solomon Lane tetap hidup, membuat come back-nya di film ini tak terbantahkan. Mission Impossible : Fallout sempurna dalam memberikan komposisi karakter. Dan pada kesempatan menyutradarai serial ini dua kali berturut-turut, Christopher McQuarrie menawarkan character-swing bertubi-tubi, membingungkan namun memacu, karakterisasi yang bias dan berubah-ubah. Pada satu waktu kau adalah rekanku, pada adegan selanjutnya kita adalah musuh. Satu waktu kita mengejar yang sama, satu waktu semua orang pada pihak masing-masing dengan urusan berbeda.

Film ini adalah permainan tipu daya, tema espionasenya kentara dan memberikan augmentasi bagus pada filmnya. Semua orang seperti memiliki tujuan yang lain. It’s deceivers everywhere, and they’re like outsmarting each other time by time !.

Skenario McQuarrie mendalam ketika filmnya mengandung emosi dilematis tentang humanity dan masa lalu. Penceritaan dengan sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat memperlihatkan bagaimana Ethan telah melalui banyak dan bagaimana dia deal with something lewat penggambaran orang-orang terdekatnya. Ini membuat pemirsa tambah mengagumi karakter Tom Cruise yang satu ini, pasalnya segala pengakuan dan kapabilitasnya tidak muncul dari self-recognition yang mungkin bisa digagaskan dari kejumawaan, namun seluruhnya berasal dari kepercayaan orang-orang sekitarnya.

Berbicara tentang keseluruhan, Mission Impossible : Fallout adalah pengalaman yang menantang, tak sedikitpun memelan, dihiasi oleh adegan-adegan near death yang berlangsung seperti selamanya dengan berbagai setting dan aransemen berbeda dari Lorne Balfe yang terdengar chiller dari franchise sebelumnya, mengingatkanku bagaimana biasanya Hans Zimmer menggarap score. Sekuel kali ini betul-betul mencoba menghidupi judul serialnya lebih tegas lagi, dengan rencana-rencana yang terdengar lebih mustahil lagi. Namun topeng wajah palsu milik Benji dan segenap IT yang sungguh futuristik masih menjadi andalan bagi filmnya bernarasi dan alasan filmnya selalu terasa cerdas.

Lahir pada tahun 1962, artinya Tom Cruise kini telah menginjak umur 56 tahun. Apakah kita harus kuatir tentang tenaga dan nyalinya di film ini ?. Well, you should not be. Mungkin dia adalah anggur, yang semakin tua, semakin lebih baik.