Review – Crazy, Stupid, Love (2011)

2

Banyak jajaran bintang ternama pada akhinya tak mampu berbuat lebih akibat tidak fokusnya naskah Dan Fogelman di film arahan Ficarra/Reque bertajuk Crazy, Stupid, Love ini.
Film ini masih enjoyable untuk ekspektasi rata-rata.

Premisnya kupikir begitu menantang, dan memang tak ayal jika film ini laku sebagai popcorn movie ala ala romance. Menceritakan tentang Cal (Steve Carell), laki-laki paruh baya lanjut yang harus bercerai dengan istrinya yang sudah menikah selama 20 tahun lebih. Apesnya, Cal tidak punya pengalaman cinta yang baik, ia cuma sekali jatuh cinta dan itu terjadi pada eks istrinya, Emily. Cal gagal move on, dan akhirnya ia bertemu Jacob (Ryan Gosling) sang playboy muda yang tampan. Jacob mengajari Cal untuk mengembalikan insting manhood-nya dimana pada bagian ini Crazy, Stupid, Love akan terlihat eksotis seperti apa yang coba dikatakan posternya.

Oke, premisnya berkembang menjadi bercabang, ini hal baik, keadaan semakin rumit karena ternyata satu keluarga Cal, istri dan juga anak-anaknya juga sedang menghadapi polemik tentang percintaan. Disitulah kau akan bertemu bintang-bintang besar lainnya seperti Julianne Moore, Kevin Bacon, hingga Emma Stone.

Di awal saat opening credit, aku merasakan feel, dari soundtrack, gambaran awal, hingga unsur comedy ketika Steve Carell memutuskan untuk keluar dari mobil yang sedang bergerak, bahwa film ini setidaknya akan semenarik dan sesukses Little Miss Sunshine, menurut pandanganku. Dan padahal komposisinya juga hampir sama ada unsur disfungsi keluarga, dan ketika permasalahan tiap-tiap karakternya terbaur dan terselesaikan oleh suatu benang merah. Tapi selalu terasa seperti ada yang kurang di film ini, benar-benar lemah.

Apakah itu karena Steve Carell merupakan sentral utamanya, mungkin iya, atau mungkin malah tidak. Naskah dan arahan film ini yang membuat konfliknya tambah njelimet setiap saat justru membuat kesan tidak fokus. Apalagi tiap-tiap konfliknya juga terkesan masing-masing dan tidak menopang cerita utama tentang si Cal ini. Seluruh permasalahan sub-konflik cinta monyet anak 13 tahun dengan gadis yang lebih tua, affair seorang janda dibelakang mantan suaminya, seorang gadis yang menyukai pria berpuluh-puluh tahun lebih tua darinya, dan ketika seorang playboy yang tiap harinya tidur dengan perempuan berbeda tiba-tiba jatuh cinta oleh seorang perempuan, deskripsi kasus akan cinta sejati. Semua konflik ini mungkin laughable, tapi kadang-kadang juga terlihat terlalu ekstrim dan menyeramkan, atau bahkan bodoh.

Akhirnya pun bertele-tele, hingga aku bingung pesan macam apa yang ingin disampaikan film ini. Ada saat dimana film ini harusnya berakhir, namun terkesan dipanjang-panjangkan. Seperti dipaksakan dan tidak jarang film ini seperti penuh dengan adegan yang tidak perlu. Ambil contoh ketika Cal mencuri panggung di acara kenaikan kelas ketika sang anak, Robbie (Jonah Bobo) memberikan speech yang lagi-lagi menyinggung cinta !. Sudah cukup !

Crazy, Stupid, Love bahkan sudah kebingungan lewat penjudulan filmnya sendiri, mungkin benar hal itu karena ketidakfokusan ceritanya. Tapi setidaknya tiga kata dalam judul film ini mewakili apa yang dipersembahkannya. Unsur cinta (love) yang begitu kental, dan juga penuh kegilaan (crazy). Lalu ada kata Stupid yang mewakili perasaanku terhadap film ini.

2

Loves movie of Christopher Nolan, Wes Anderson, Alexander Payne, Quentin Tarantino, and Spike Jonze, also Stanley Kubrick