Review – Crank (2006)

Ridiculous dan stupid, Crank tampil diluar batas kewajaran bagi peminat film aksi nan heroik, tapi apa yang ditawarkan membuatnya lebih valuable secara visual dan mampu menciptakan kesan distinguish dari genrenya.

Tidak seperti kebanyakan film yang membagi jalan ceritanya pada beberapa babak dengan emosi-emosi dan atmosfir berbeda, Crank memberikan intense yang kuat dan rapidly moving sejak awal, seperti perjalanan roller-coaster selamanya dengan kau duduk disana bersama Jason Statham, sama-sama mabuk, gila dan sangat pusing. Crank tidak njelimet dan ringkasan ceritanya bisa diungkapkan dalam beberapa kata saja, a man injected with a death poison and had to live his life in his remaining time, dan apa yang akan ia lakukan, telentang di kasur dan menunggu dokter memberikan sesuatu yang menyembuhkan ?, tidak, Jason Statham tidak melakukan itu, dan karena ini adalah film aksi kau tentu tahu apa yang akan dia lakukan, takes a revenge !.

Kemudian mari kita bicara kenapa Jason Statham adalah seorang badass disini, ia memainkan karakter Chev Chelios sang professional hitman yang begitu high-rated, rivalnya adalah seorang seperti mexican yang ingin menghabisinya. Crank tidak memberitahumu secara langsung tapi intinya beberapa jam sebelum Chev siuman dari tidurnya di scene awal, ia pingsan dan dibius oleh Verona (Jose Pablo Cantillo) yang kukatakan tadi bahwa ia tidak suka padanya. Namun Verona ingin kematian yang manis, menghabisi Chev dengan suntikan mematikan, melumpuhkannya perlahan, meninggalkan footage yang membuat Chev geram bukan kepalang. Disinilah awalnya apa yang kukatakan diatas tadi, sejak saat scene itu juga, intense yang dimiliki Crank sama derasnya dengan roller-coaster.

Chev harus cepat-cepat, tidak ada kenyamanan terakhir selain membalas dendam, terus berlari hingga pada akhirnya ia diberitahu oleh rekan medisnya bahwa ia akan berpotensi mati lebih cepat jika denyut jantungnya tidak berdetak kencang, adrenaline-nya harus tetap tinggi, apa yang bisa ia lakukan, tentu saja hal yang lebih gila lagi.

I’m going to get that little fucker if it’s the last thing I do….. It may actually be the last thing I do.

Crank adalah pilihan tepat jika kau belum pernah merasakan apa yang namanya halusinasi, aku tidak pernah berhalusinasi, namun Crank seperti memberikan silly-ride tentang bagaimana dibawa mabuk. Salut kepada Neveldine dan Taylor ketika tahu mereka tidak takut pada naskah yang akan mereka berikan tapi sangat berniat di sisi seni sinematografinya, ini teknik yang sulit dan bahkan mengejutkan untuk ditempelkan pada storyline yang konyol. Crank dengan sukses membiusmu, merasakan apa yang Chev rasakan, serasa dibawah pengaruh obat, fokus yang melemah drastis, kewarasan pikiran yang hilang, dan Jason Statham harus membayarnya dengan berlagak menjiwai, mimiknya harus pas seperti karakternya, high and dying, pada waktu yang sama.

Dan ini bukanlah sesuatu yang seperti biasanya yang harus dimiliki seorang Jason Statham dari karakternya, toh walaupun itu bukan sesuatu yang baru untuk kita saat ini. Karakter Chev saat itu seperti bauran karakter Statham di Snatch dengan kebodohannya dengan Christmas Lee-nya di The Expandables, karena ia juga jago bela diri disini, atau paling tidak menggunakan pistol. Tapi lebih menantangnya, ia harus memerankan stunt yang lebih gila dan memerlukan nyali, Statham harus mengendarai motor dengan pakaian pasien, kaget juga melihatnya telanjang pantat, mungkin itu yang menginspirasi film Yes Man untuk mengadaptasi scene yang sama. Tidak itu saja, ia juga harus melemparkan dirinya dari motor tanpa suatu alasan jelas, dan yang paling utama, sex outdoor ditengah Chinatown. Bisa kau temukan kewarasannya disini ?, tidak, bahkan film ini pun tidak mengajarkanmu bagaimana untuk memperlakukan pacarmu dengan benar.

Kembali lagi membahas sang sineas, terimakasih telah menyisipkan lagu-lagu bak playlist remaja tahun 2000-an yang penuh dengan musik rock yang mana terasa surprisingly good disandingkan dengan setiap adegan-adegan di filmnya. Mungkin ini caranya agar adrenaline penontonnya terpacu, boleh juga.

Oke-oke, tidak ada kedalaman pada plotnya, percuma jika kau menonton ini untuk mencari itu, tapi bagaimanapun kau pasti senang juga. Jika dianalogikan, Crank seperti menyuntikmu dengan narkoba, jika itu setelah selesai kau pasti akan sedikit menyesali perbuatanmu, tapi setidaknya kau menikmati prosesnya.

3

Engineering student but movies way more than manufactures

3