Review – Frances Ha (2012)

3.5

Frances Ha menggambarkan apa yang disebut Noah Baumbach  dengan wanita mandiri dalam insekuritas lewat akting ciamik Greta Gerwig

Frances Ha adalah nasehat berbau peringatan bagi perempuan-perempuan yang seumuran dengan Frances (Greta Gerwig), sang karakter utama : lebih baik menikah atau segera bertunangan dengan orang lain. Film ini adalah kisah tentang kesendirian dan penyesalan dalam kesalahan mengambil keputusan, mungkin. Bercerita tentang Frances, seorang wanita lajang berumur kisaran 25 tahun yang baru menyampakkan pacarnya setelah ia bersikukuh bahwa dirinya tidak ingin tinggal bersama dan akan tetap tinggal dengan sahabatnya, Sophie (Mickey Sumner) dalam apartemen yang kini mereka tinggali. Namun seperti dikhianati, Sophie ternyata harus pindah ketempat lain karena alasan yang, menurutku pun sepele, dan Frances tersentak lantaran ia baru saja menolak tinggal dengan pacarnya. Keadaan diperburuk dengan karirnya yang tiba-tiba berkendala yang berujung pada keputusan meninggalkan apartemen untuk berbagi flat dengan orang yang tidak terlalu dikenal karena ia benar-benar sedang bangkrut.

Sekilas, Frances Ha adalah narasi tentang kehidupan random person dengan kelalu-lalangan hidupnya. Struggle and survive. Walaupun kadang-kadang pulang ke rumah orang tua adalah pilihan terbaik, tapi karakter Greta Gerwig ini adalah wanita dengan harapan. Ia mengerti bahwa dirinya tidak bisa terus-terusan menetap dengan orang tuanya. Yang pada saat yang sama menunjukkan karakternya adalah wanita yang tangguh dan kadang-kadang rapuh. Ditembak Noah Baumbach, sang sutradara dengan style black and white, efek yang diberikan pada tiap frame dalam Frances Ha lebih mengingatkanku akan film-film tahun 1980-an. Sungguh tentram melihat film ini tidak terlalu bergelut pada konflik romansa, namun persahabatan. Dan itu akan terasa baik jika kau tidak terlalu menyukai film romansa.

Noah Baumbach terkenal lewat karya The Squid and the Whale, yang menurutku memang memiliki kemiripan gaya penceritaan dengan film ini. Tapi menurutku Frances Ha lebih didramatisasi dan tidak serealistis dan senatural The Squid and the Whale. Kesimpulannya mungkin film ini masih belum lebih baik. Namun Frances Ha juga mengingatkan pada pekerjaan Woody Allen, bahkan untuk beberapa segmen, tokoh Frances memiliki watak tipikal dengan karakter Cate Blanchett di film Blue Jasmine. Sama-sama pernah menumpang dirumah orang dan tetap tidak tahu diri.

Tapi Baumbach, daripada menonjolkan efek ‘kebangkrutan’ seperti yang digambarkan di Blue Jasmine, ia lebih konsentrasi pada kharisma sang tokoh sentral, membuat film menjadi suatu studi karakter tentang perawakan yang mandiri, bersusah mencari pekerjaan, dan sebagainya. Dan dengan porsi komedi-drama yang pas, Baumbach mampu untuk mengemudikan atmosfir bittersweet yang hangat.

Hei intu berarti film ini bagaikan secangkir kopi. Hitam putih seperti bubuk kopi dan gula, Pahit manis seperti bubuk kopi dan gula pula. Dan tentu saja, ia pasti harus hangat, pun film ini.

 35

Loves movie of Christopher Nolan, Wes Anderson, Alexander Payne, Quentin Tarantino, and Spike Jonze, also Stanley Kubrick