Feature – A Space Voyage: How you should shape before ‘First Man’

Berikut adalah kisah-kisah spesial tentang eksplorasi kehidupan antariksa yang sepatutnya kau jajal dalam menyambut film layar lebar Damien Chazelle yang segera tayang di bioskop, First Man.

Film ketiga Damien Chazelle akan mengisahkan tentang satu jejak kemanusiaan yang besar dalam sejarah, yang pada saat yang sama, merupakan satu jejak garapan paling singular milik Damien Chazelle. Bersikutat dengan film-film musikal dengan drama kuat pada film-film sebelumnya -walaupun tetap menggandeng Justin Hurwitz di kursi penggarap score, Chazelle mencoba peruntungannya di film Biografi bertema luar angkasa, digarap dengan durasi sekitar dua-setengah-jam: Inilah First Man, kisah tentang Neil Amstrong, orang yang siapapun kenal.

Kami akan memberimu saran tentang film-film luar angkasa pengantar yang mungkin bisa memberikan gambaran padamu bahwa eksplorasi pada ranah ini bisa terasa begitu magis dan menantang. Walaupun kami tidak bisa menawarkan unsur biografi disini, kisah fiksi pilihan kami ini tetap diselingi science yang kuat dan thoughtful. Apakah kau sudah benar-benar bersiap untuk ikut kesana, ke angkasa hitam, bertualang dan bertaruh dibalik kemudi pesawat, untuk segala konsekuensinya ?.


 

The Martian (2015)

Kisah dianggap mati dan ditinggal di tanah Mars sendirian adalah premis dengan tantangan. Namun cerita yang diekstraksi dari novel Andy Weir ini sudah menyiapkan segalanya untuk memberikan kisah pertaruhan hidup menggunakan ilmu dan eksperimen. Astronot cerdas Mark Watney (Matt Damon) mengisi hari-harinya di Mars dengan bercocok tanam, hingga memanfaatkan sinyal transmisi untuk mengabari siapapun yang ada di Bumi; yang ternyata seluruh dunia sedang menyaksikan kisahnya.

Ilmiah yang kuat dibawah remang jingga Mars yang terlihat begitu fana. The Martian menutup kisahnya secara haru dan menginspirasi. Film Ridley Scott yang mengharuskan Matt Damon untuk tampil sungguh kurus ini, adalah karya yang sugguh besar.

 

 

Gravity (2013)

Film Alfonso Cuarón yang panen pujian dan penghargaan ini awalnya kuanggap overrated, hingga aku mencoba menontonnya lagi pada kesempatan yang lebih baik bagiku untuk paham mengapa film ini sama sekali berhak dan pantas mendapatkan admirasi itu.

Sandra Bullock adalah astronot wanita bernama Ryan Stone, dan ini merupakan kisah hidup atau mati. Kecelakaan luar angkasa bisa tak begitu terbayangkan dan tiba-tiba kau melayang-layang tanpa pijakan di luar angkasa. Lantas apa yang bisa menstabilkanmu, tidak ada. Teknik sinematografi mengintimidasi Emmanuel Lubezki membuat kita pula seperti merasakan tipisnya oksigen itu.

Gravity adalah survival-themed movie yang merampas nafas, dan mungkin mengilustrasikan gambaran ‘hilang’ yang sesungguhnya. Beberapa bagiannya seperti near death experience. Dengan film ini, audiens pun berpikir, apa yang bisa dilakukan ?.

 

 

Alien (1979)

Kita akan kembali dalam waktu bersama Ridley Scott ke akhir 70-an. Awal ketika Alien pertama kali menunjukkan terror luar angkasa sesungguhnya. Oke, walaupun genre-nya terlalu horor film ini tetap tak bisa diabaikan dalam mempromosikan furnitur geladak dan bagiamana ia dengan akurat dan penuh ambisi menggambarkan teknologi masa depan, seperti kapsul hibernasi misalnya.

Koridor pesawat tak bisa lebih menakutkan di film ini, Alien adalah wajah baru film horor tentang ancaman ‘lainnya’. Dan Ridley Scott bersama kru, menggambarkan ancaman itu dengan sangat baik dan menggidikkan. Kini, alien adalah budaya populer yang mengakar, dan Scott tentu saja boleh berbangga diri.

 

 

Interstellar (2014)

Kau pikir aku akan melewatkan Interstellar karena dia sudah terlalu populer ?, tidak !, sama sekali tidak. Betapa briliannya otak Christopher Nolan dan menanamkan idenya di film ini tidak bisa diabaikan. Sutradara-penulis satu ini bukanlah sosok main-main. Sejak filmnya Inception, entah mengapa konsep sains fiksi karangan Nolan bisa begitu orisinil dan mindblowing. Ia memberikan pengaruh baru dan dampak luar biasa dengan melebarkan imajinasi dan bayangan baru tentang luasnya sains, dan itu adalah tentang luar angkasa kali ini.

Dimensi keempat, penggambaran wormhole yang mengingatkanmu akan 2001: A Space Oddysey. Belum lagi teori-teori antariksa yang ia kaji dan cuatkan disini seperti relativitas ruang, relativitas waktu, sesuatu tentang paradoks, non-linieritas. Film ini akan membuatmu berpikir dan menggilainya. Interstellar memberikan pengalaman baru, mengunjungkanmu ke planet-planet mengantarkanmu ke masa depan, seluruhnya dibekap dalam kisah yang luar biasa menyelamatkan nasib umat manusia diatas bumi yang mulai memunah. Film yang mematahkan hati tentang esensi keluarga yang secara khusus digambarkan pada hubungan sang ayah, yang diperankan oleh Matthew McConaughey dan anak gadisnya.

 

 

Europa Report (2013)

Sekarang kita akan menjenguk film 2013 dari Sebastián Cordero yang bagiku secara keterlaluan diremehkan dan rasa-rasanya kelewat overlooked. Kreasi murah ini adalah horor-thriller yang dibungkus dengan sains yang lumayan bermodal. Misi luar angkasa menuju salah satu satelit Jupiter, Europa yang dilaksanakan oleh satu set kru pemberani.

Filmnya dihantarkan secara unik namun tetap memikat. CCTV footage adalah satu-satunya cara penontonnya bisa mengikuti aktivitas mereka. Penonton akan pula merasakan perjalanan panjang yang mereka lalui menuju lokasi tujuan. Dan dengan sudut pandang yang terbatas, filmnya menyerangmu dengan misteri yang efektif dan meneror. Europa Report adalah sci-fi yang kuat dan aku lega bisa menyampaikan ini melalui kesempatan ini.

 

 

Moon (2009)

Oke, Moon sepertinya berada diatas sana sebagai film yang benar-benar aku favoritkan. Aku masih belum percaya dengan konsep dan struktur yang ringkas dan dengan bujet yang rendah itu sungguh bisa membuatku mengaguminya. Kekuatan cerita film ini jauh lebih telak daripada apa yang ia tawarkan secara visual.

Kita akan mengikuti kisah Sam Bell Astronout yang ditugaskan untuk membantu Bumi dalam hal kebutuhan sumber daya lewat mengirim apa yang dibutuhkan dari dirinya dari Bulan. Ini adalah tahun terakhirnya, tahun ketiga, dan kerinduannya terhadap Bumi mungkin telah mengeruh menjadi mimpi buruk. Ia sendiri dan bosan, dan filmnya harus berubah pada perasaan yang lain ketika mystery twist-nya terasa seperti memukulmu. Sekejap, perspektif Sam terhadap semua itu berubah, dan mungkin juga terhadap mentalnya. Ya, drama tunggal ini, tentang manusia yang menetap di Bulan untuk waktu yang lama, tidak bisa dianggap remeh.

Loves movie of Christopher Nolan, Wes Anderson, Alexander Payne, Quentin Tarantino, and Spike Jonze, also Stanley Kubrick