Feature – 11 Film Yang Harus Kau Antisipasi di 2018

Tidak, ini bukan Infinity War, sequel Deadpool atau lanjutan franchise populer . Kami mencoba memberimu watchlist yang mungkin luput darimu, beberapa titles yang harusnya tidak layak diluputkan.

2017 telah menjadi tahun yang baik, bagi film sequel dan juga stand-alone film dengan originalitas yang memuaskan. Tapi sayangnya beberapa awam hanya mengingat film-film dengan tema superhero (walaupun tidak dapat dipungkiri tema ini melejitkan kesuksesan). Wonder Woman adalah titik balik DC Comics dan Justice League tak terlalu mengecewakan, belum lagi Marvel yang menguatkan dirinya dengan edisi Wolverine terakhir, Logan yang digadang-gadang adalah salah satu sequel superhero terbaik.

Untuk membawamu keluar dari hype dan atmosfer ini, kami akan memberimu beberapa daftar film rilis tahun ini yang sama sekali tidak membawa embel-embel Marvel atau DC CInematic Universe dan sebuah franchise besar. Jadi kita akan kesampingkan dulu Infinity War, Solo : Star Wars Story, hingga Mission Impossible : Fallout dulu walaupun aku yakin semuanya akan menjadi film hebat.

Ini mungkin akan menjadi suatu penyegaran baru dalam menonton film, atau justru suatu eye-opening bagimu, bahwa film hebat tidak harus selalu dibawakan oleh pahlawan super berkostum dan juga sekuel dari seri legendaris.

Catatan : Mengenai release date yang pastinya selalu mengandung ketidakpastian, aku tidak akan bertanggung jawab jika nantinya proyek-proyek dibawah ini harus mundur tahun, ya !



#11
The Tale

The Tale menunjukkan tajinya lebh dulu di Sundance Film Festival, dan ia memberi kesan dengan memberi efek bungkam seluruh penontonnya ketika filmnya mencapai akhir. Oke aku tentu saja belum menontonnya, namun setidaknya ijinkan aku menjelaskan pratinjau film Jennifer Fox ini. Mengisahkan sebuah kisah seorang wanita yang akan diperankan oleh Laura Dern yang dipaksa untuk me-recall kenangannya tentang sexual relationship pertamanya untuk bisa bertahan hidup.

Dari beberapa review tentang filmnya, The Tale adalah film yang exhausting dan sakit, bold dan daring. Dengan pendekatan narasi interogatif tentang self-examine yang mungkin bakal sulit untuk disaksikan. The Tale mungkin bukan drama bagi semua orang. Namun poster Laura Dern dan seorang gadis kecil yang terduduk itu cukup membuatku tertarik dan menduga-duga hubungan apa antara mereka berdua. Apakah Ibu dan anak, atau justru mereka mewakili satu karakter yang sama dengan umur berbeda ?.

Aren’t you morally interested ?,

*The Tale tayang bulan Februari ini



#10
Slice

Slice mungkin akan menjadi film indie yang begitu komik dan stylish. Walaupun dari teasernya yang masih belum terlalu menunjukkan dan sangat unik, kita bisa mengharapkan adegan gory dan nuansa horor komedi. Cerita diawali dengan kasus pembunuhan pengantar pizza yang sedang bertugas, pertanyaan siapa pelakunya memberikan opsi tentang siapa yang patut disalahkan : hantu, pengedar narkoba, atau para serigala ?

Kau penasaran ?, mari kita tunggu dan harap-harap Slice akan menjadi sesuatu yang ringan dan bisa dinikmati.

*Slice masih belum memiliki tanggal pasti mengenai rilisnya tahun ini



#9
Incredibles 2

Setelah proyeknya diumumkan 4 tahun lalu, akhirnya petualangan Mr.Incredibles dan keluarga berlanjut setelah 14 tahun, dan ini akan disambut hangat dan berbahagia oleh penonton baru dan penggemar lama. Incredibles 2 masih membawa Brad Bird dibangku sutradara. Dan seperti Monster University dan Finding Dory yang terpaut lama dengan film predesesornya, Incredibles 2 akan juga menggunakan switch-role antara main-protagonist dan side-kick dimana Helen Parr alias Elastigirl (disuarakan oleh Holly Hunter) akan menjadi lakon utama disini.

Sebagai film Pixar ke 20, Incredibles adalah suatu milestone. Siapkan ini dalam daftar tontonmu dan bersiaplah juga untuk mendapati kursi bioskop penuh dengan orang-orang tua, atau jelasnya, para penggemar yang sudah menua (para fans ini telah menunggu satu dekade lebih !)

*Incredibles 2 tayang di Bioskop mulai 15 Juni 2018



#8
The Man Who Killed Don Quixote

Ulung dan veteran dari dunia film, Terry Gilliam dan Tony Grisoni berkolaorasi untuk film baru Gilliam : The Man Who Killed Don Quixote. Dari poster rilisan awal dan judulnya yang begitu literal menunjukkan bahwa filmnya akan menjadi seni yang esensial dan kompleks. Rasanya akan lebih otentik karena Gilliam biasanya berkecimpung dengan set futuris namun tidak kali ini, yakni dengan warna frame film yang didominasi warna pastel pucat nan usang serta dengan latar abad ke 17.

Aku tak bisa menjamin bahwa filmnya akan menghibur, bahkan prediksiku filmnya akan memiliki durasa yang lama dan akan terasa melelahkan. Namun setidaknya The Man Who Killed Don Quixote masih akan menawan, entah lewat narasi membangun, aspek sejarah yang kuat atau kedalam unsur biografikal yang mumpuni. Kita lihat saja, apakah Gilliam akan kembali filosofis ?

*The Man Who Killed Don Quixote masih belum memiliki tanggal rilis pasti tahun 2018 ini



#7
Ready Player One

Trailer Ready Player One sudah bisa kau cicipi di YouTube, dan bayangan premisnya masih belum bisa melegakanku. Diangkat dari novel dalam judul yang sama, ceritanya mengikuti petualangan seorang remaja berprinsip, dan aku menduga ini akan menjadi film tentang rivalitas remaja dan sebuah konsep cerita the choosen one yang sudah sering. Kau sudah dapatkan tiu di Maze Runner atau Ender’s Game (aku bukan penggemar dua seri ini).

Latar ceritanya tampak overly-ambitious, ini adalah tahun 2045 dimana bumi tampak sekarat dan orang-orang menggunakan virtual reality sebagai desolation escape. Ready Player One membaurkan dystopian-earth dengan teknologi mutakhir yang menyediakan fasilitas kehidupan virtual berbasis game.

Yang jadi titik fokusnya adalah bahwa Steven Spielberg andil disini. Kita tahu dia adalah empu daripada kisah sains fiksi inventif. Mengetahui dia adalah nahkoda utama dari proyek ini, setidaknya Ready Player One sudah berada di tangan aman. Pertanyaannya, apakah semua itu cukup untuk membuat sci-fi action movies 2018 yang terlihat memesona secara tampilan itu bisa berhasil, tidak hanya dari aspek fun namun juga urgensi dan bobot ceritanya ?.

*Ready Player One dijadwalkan tayang di Bioskop mulai 29 Maret 2018



 #6
Annihilation

Sekali lagi tentang adaptasi novel, Annihilation awalnya adalah sebuah novel laris milik Jeff VanderMeer yang memiliki segalanya untuk bisa membuatmu bergidik. Ini adalah thriller lengkap dengan misteri, ketika dipastikan bahwa filmnya akan dikemudikan dengan sentuhan horror dan action, sepertinya kita bisa mengharapkan sesuatu yang jauh lebih kompleks.

Akan dibawa oleh Alex Garland yang terkenal akan film misteri-minimalis yang provokatif : Ex Machina, Anihilation menceritakan tentang tim ekspedisi yang terdiri dari biologis, anthropologis, psikologis dan beberapa sukarelawan yang menjelajah sebuah daerah tak berpenghuni penuh teka-teki bernama Area X setelah sekawanan tentara yang masuk kesana hanya menyisakan satu orang survivor.

Berlabel environmental disaster zone, Area X mengingatkan kita dengan kawasan terlarang di Kong : Skull Island, namun bedanya kita masih belum tahu kejutan apa yang ada di dalamnya. Apakah akan muncul kreatur gigantis fiktif ala KingKong, atau justru Garland akan membawakan suatu narasi tentang teror dan ketakutan akan annihilation (penghancuran) yang berbeda dari itu ?, we will see.

*Annihilation dijadwalkan tayang di Bioskop pada 23 Februari 2018 dan akan di sebarluaskan secara internasional lewat Netflix.



#5
Ocean’s Eight

Proyek megabesar datang justru dari sebuah spin-off. Ya, Ocean’s Eight adalah franchise Ocean’s Eleven versi wanita. Oh tidak, versi wanita kelas A !. Cate Blanchett, Sandra Bullock, Anne Hathaway, Rihanna hingga Helena Bonham Carter adalah bintangnya. Kita belum bicara aktris-aktris pendukung yang juga sama-sama kelas atas, Dakota Fanning hingga Katie Holmes. Ini sungguh brutal, maksudku komposisi itu. Dan kita mendapati mereka sebagai a group con-woman, mengisahkan sebuah atraksi kriminal ala heist. So we will only hoping that it’s entertainment more than story. Tapi jika kau bisa mendapatkan mereka semua dalam satu layar, mengapa tidak ?.

Ini akan sangat sukses secara komersial, namun Ross dan kawan-kawan selebriti ini tentunya harus siap dengan kritikan deras jika saja mereka tak mempersiapkan ini secara materi. Ocean’s Eight adalah ajang bagi tiap-tiap kepala didalamnya untuk mencuri perhatian, mereka tentu saja akan telrihat menggoda, menegaskan frasa umum : Tipuan dalam kecantikan.

*Ocean’s Eight akan menggebrak lewat layar lebar mulai 8 Juni 2018



#4
Hereditary

Seperti The Tale, faktanya Hereditary sudah tayang dalam beberapa kali seleksi dari rangkaian acara film festival. Dan film ini adalah salah satu yang minimalis dan benar-benar berhasil. Metascore dan IMDb memberinya nilai diatas delapan, dan beberapa tautan mengomentari ini sebagai salah satu sajian horor-misteri penuh twist nan mengejutkan. Menceritakan seorang perempuan yang perlahan mengungkap rahasia samar dan terasa semakin mengerikan tentang nenek moyang keluraganya, setelah salah satu matriarkal keluarga meninggal dunia.

Aku berimajinasi ini akan terasa sebagaimana memikatnya Coherence dan The Uninvited lewat eksekusi narasi spesial pada set yang minim. Tapi aku memiliki perasaan bahwa Hereditary akan lebih baik dari itu. Dan tentang Ari Aster, sang sutradara yang akan memaksimalkan momentum ini sebagai batu loncatan setelah hanya berkutat pada karya-karya short.

*Hereditary siap tayang di Bioskop mulai 8 Juni 2018



 

#3
The Son

Sci-fi Genius kita, Denis Villeneuve akan meneruskan filmografi beruntunnya setelah dua tahun terakhir namanya dielu-elukan karena Arrival dan Blade Runner 2049 mampu memberikan kesan yang mendalam dan penuh arti. Untuk kau yang tidak tahu, Villeneuve juga master dalam hal-hal dramatis, sense-provoking dan emosional. Coba tonton Polytechnique, Enemy atau Prisoners. Tahun ini The Son akan menjadi garapannya setelah ia diketahui tidak akan memegang kendali utama pada sequel Sicario yang juga tayang tahun ini.

Sinopsisnya adalah seorang pegulat muda bertalenta yang mengalami sebuah pukulan telak (tidak dalam arti sesungguhnya) setelah sang ayah melakukan bunuh diri. Dengan Jake Gyllenhaal bergabung kembali dengan Villenueve, aku punya firasat tak terelakkan, ini akan berjalan memuaskan.

*Belum ada tanggal rilis yang pasti mengenai film The Son



 

#2
The Irishman

Are you Freaking kidding me ?. Aku bahkan tak bisa bayangkan ini, terlalu gila dan hebat untuk menjadi kenyataan. Martin Scorsese akan menyutradarai Robert De Niro, Al Pacino, Joe Pesci, dan Harvey Keitel !, i mean these old motherfuckers in one movie !,dengan film bertemakan mob-ganster !. Ini akan menjadi film dengan aksi dan suara letupan pistol yang begitu keren, dengan dialog-dialog yang akan terdengar bijaksana dan badass. The Irishman sudah jelas ditunggu semua orang, dan mengingat betapa hebatnya jejak jejak mahakarya mereka di waktu lampau, warisan film crime setipe yang klasik ala ‘Heat’, ‘Goodfellas’ hingga ‘Scarface’.

The Irishman adalah film biography yang bercerita mengenai kematian Jimmy Hoffa, seorang pemimpin serikat buruh di Amerika. Ditengarai, filmnya akan menggunakan efek ala Curious Case of Benjamin Button dalam scenes flashback yang mungkin akan memiliki porsi cukup banyak disini.

*The Irishman dijadwalkan tayang akhir tahun ini



#1
Isle of Dog

Aku tak perlu melakukan penelitian mengenai akan bercerita tentang apa filmnya, aku sudah cinta buta dengan Wes Anderson ; narasinya, sinematografinya dan desain produksinya. Filmnya selalu kental dengan ciri khasnya yang tak tertandingi dan selalu diselingi humor yang bagus selagi secara visual selalu menawan. Ia senantiasa cerdas dalam menggagas narasi yang menggelitik dan syarat akan characters chemistry yang manis.

Filmnya terkenal artful dan memiliki rona warna yang selalu berbeda masing-masing. Dari kisah tentang dysfunctional family seperti Bottle Rocket dan The Royal Tenenbaums hingga yang paling terakhir adalah The Grand Budapest Hotel dengan warna ungu-merah muda pucat yang memenangkan banyak penghargaan 2 tahun lalu. Film terbarunya, Isle of Dog akan mereunikan para penggemarnya dengan Fantastic Mr.Fox, proyek animasi stop motion dengan desain karakter yang spesial dan mahal, ditambah konsep the talking animals (and apparently, they’re smart too) namun tetap mengikutkan eksistensi manusia yang tergambarkan bagaikan musuh. Mengikuti jejak sekelompok anjing yang dibuang pada sebuah pulau sampah terpencil dengan populasi seluruhnya anjing akibat program masal karantina anjing oleh pemerintah Jepang setelah wabah flu anjing menjangkit meluas (tunggu, apakah aku mengatakan anjing terlalu banyak ?, yah begitulah),  dan bagaimana kelompok ini, the alpha dog, melakukan misi mereka untuk mencari keadilan hingga muncul seorang manusia yang terdampar secara sengaja untuk menemukan anjingnya di pulau tersebut.

Berbentuk animasi bukan berati materinya ditujukan untuk anak-anak. Isle of Dogs masih akan membawakan cerita yang relativelyrelatable bagi orang-orang dewasa, penuh konten dialog orang-orang dewasa (berbeda dengan konten dewasa ya !). Dan dengan kemungkinan bahwa ratingnya nanti adalah Parent Guidance, kupikir ini tidak akan masalah bagi demografis penonton sisi manapun. kurekomendasikan untuk menikmati Isle of Dogs bersama keluarga di bioskop. Sekarang, mari kita berdoa agar nantinya ia tayang di Indonesia.

 *Isle of Dogs akan mengudara di Bioskop mulai 23 Maret 2018

Loves movie of Christopher Nolan, Wes Anderson, Alexander Payne, Quentin Tarantino, and Spike Jonze, also Stanley Kubrick