Blomkamp – Copley, how far these guys can go ?

wikus

South African Partners sudah merangkai tiga film box office bersama, namun mereka harus menciptakan sesuatu yang baru karena runtunan filmografi mereka yang mengalami kemunduran pendapatan dan pujian.

Sebelum mengenal Neil Blomkamp, justru saya mengenal Sharlto Copley terlebih dahulu lewat aksi sintingnya di The A-Team dan menggelitik saya untuk meninjau karirnya hingga menemukan District 9 yang begitu hit, sejak saat itu saya tahu dan begitu feel excited dengan project Elysium. Blomkamp bukanlah sutradara yang produktif, dan agak mencurigakan ketika ia menggunakan jasa Copley lagi di film Elysium ketika masih post-production waktu itu. Bukan hal yang sulit untuk menyadari alasannya, yang paling terlihat mata adalah keduanya memiliki darah South African dan Neil Blomkamp selalu menyelundupkan unsur Afrika Selatan di dalamnya (dalam beberapa film, mereka juga menggunakan aktor berasal dari Afsel). Kesannya seperti Neil dan Sharlto memiliki gairah dan tujuan yang sama, BRANDING.

Blomkamp dua kali menggunakan Johannesburg sebagai tempat invasi alien berjuluk ‘prawn’ (District 9) dan kota dengan kriminalitas tinggi (Chappie), serta memberikan cameo bagi bendera Afrika Selatan tertempel pada helikopter Sharlto Copley sebagai Kruger (Elysium). Mungkin agak aneh karena pada saat yang sama, Blomkamp dengan documentary-style nya menggambarkan Johannesburg sebagai kota yang tidak aman dan miskin, dan Kruger adalah seorang antagonis. Well, mungkin ini merupakan pesan satir mereka terhadap kriminal di Afrika Selatan atau kepada pemerintah yang kurang benar dalam memperbaiki kesenjangan sosial, memang hanya asumsi dan opini, namun siapa tahu.

Berbicara tentang partnership dua orang yang pernah sekolah di tempat yang sama ini, yang patut disorot adalah mengetahui bahwa porsi peran Copley di film Blomkamp seperti mengalami degradasi, District 9 memberikan gelar Copley sebagai pemeran utama, Wikus Van de Merwe yang begitu melekat, protagonis pengundang empati. Empat tahun sesudahnya Copley menjadi Kruger, penjahat bengis gelandangan (karena ia berjenggot lusuh) yang kau tahu tidak ada tempat yang lama baginya karena Sigourney Weaver lah penjahat utamanya. Dalam Chappie, kau tidak melihat wajah Copley, hanya suaranya (yang juga di mix) sebagai robot Chappie yang polos (bahkan saya tidak tahu bahwa itu dia setelah credit akhir). Hasilnya, keuntungan filmnya semakin mengalami degradasi (juga), penurunan sangat pesat terjadi ketika Chappie ternyata malah lebih mengecewakan dari Elysium. Ingin bilang Sharlto Effect juga sedikit irrelevan , saya mengakui bahwa naskah Neil dan istrinya, Terri Tatchell memang mengalami kemunduran kualitas.

vander

Nah, pada 2017 mendatang, Neil Blomkamp ditunjuk sebagai sutradara project franchise Alien, dan rumornya, Sharlto akan berperan sebagai Xenomorph. Terbesit pertanyaan, ‘mengapa Neil selalu save copley’s ass dengan menyelamatkan karir aktingnya (karena ia juga tidak terlalu produktif sebagai aktor) ?’. Maka mungkin kau tidak tahu bahwa sebenarnya Copley lah yang pertama kali membantu Neil membangun karirnya. Ya, pada 1995, Copley (22 tahun) bertemu Neil (16 tahun) dan memutuskan untuk membantunya dengan meminjami fasilitas komputer di rumah produksi pribadinya untuk mengembangkan potensi Neil di bidang 3D animation. Sehingga pada saat itu banyak projek yang mereka berdua lakukan dan lahir Alive in Joburg (Short). Peter Jackson yang melihat potensi film pendek ini mendukung perkembangannya dengan membiayai pembuatan versi panjangnya yang pada akhirnya rilis District 9 dengan Neil sebagai sutradara dan Sharlto pada bangku pemeran utama.

Well, untuk sekarang ini, mendengar nama Neil Blomkamp atau Sharlto Copley menyulut harapan saya akan karya-karya baru yang bakal kembali menggebrak. Melihat umur mereka berdua yang masih begitu berprospek, tentu saya optimis Blomkamp masih akan menggarap beberapa film lagi, entah itu nantinya dengan atau tanpa Copley. Blomkamp pasti sadar akan kualitasnya, dan hanya ada dua pilihan baginya untuk projek kedepan : kembali mengusung eksistensi South Africa dan Modern Technology berbau futuristik sebagai trademark khususnya, atau mencoba sesuatu yang baru. Namun apapun itu, karya Blomkamp akan selalu disambut hangat.

Engineering student but movies way more than manufactures